Minggu, 30 Maret 2014

I'm Your Love Chapter 1



Title : I’m Your Love
Cast :
- No Minwoo
- Lee Yooyoung
- Cho Kyuhyun
- Yoo Ara
Genre : Romance, Hurt, Sad, Brothership
Length : Continue
Rating : PG-15

Prolog:
Cinta itu bagaikan kupu – kupu yang hinggap dalam setangkai bunga
Kita tak akan pernah tau kapan dia hinggap dan tak taau juga kapan dia akan pergi
Dan kita juga harus siap jika cinta itu datang, juga harus rela jika cinta itu harus pergi
Cinta bisa membuat seseorang berharga dan berarti dalam menjalani sebuah kehidupan
Tapi kadang cinta juga bisa berubah menjadi duri yang bisa melukai dan menghancurkan seseorang

Happy Reading…….


Minwoo POV
“Uri Heeojija”
Rasanya bagai tersambar petir saat mendengar kata-kata Yoonjo barusan. Setelah lama tidak bertemu, kenapa harus kata itu yang ku dengar darinya? Bukan, bukan kata itu yang ingin aku dengar dari mulutnya tapi yang ingin aku dengar adalah kata – kata manja dan kerinduan yang biasanya dia bilang padaku, tapi ini?
“Wae?” tanyaku meminta penjelasan
“Aku bosan denganmu, mianhae” katanya singkat kemudian beranjak pergi.
Tes….
 Tanpa bisa ku cegah air mata yang sejak tadi ku tahan tumpah begitu saja. Cengeng? Aku tak peduli dengan satu kata itu sekarang, yang aku rasakan saat ini adalah hatiku benar-benar sakit, mengetahui kenyataan kalau Yeoja yang selama ini aku cintai ternyata tidak benar-benar mencintaiku. Ku raih saku jaketku dan mengambil sebuah cincin, aku hanya bisa memandangi cincin itu. Cincin yang seharusnya ku pakaikan di jari manis Yoonjo, tapi kini semua tidak mungkin terjadi –miris–. Ku masukkan kembali cincin itu ke dalam saku jaketku dan segera menyeka air mata yang sejak tadi membasahi pipiku.
“Lebih baik aku pulang, menenangkan pikiran dan perasaanku” gumamku beranjak pergi.
~~0~~
Tokk….tokk…tokk…
“Minwoo-ya, ireona”
“Eungghhh….”
“Ya! Pemalas palli ireona” samar – samar aku mendengar suara Hyungku dari luar kamar.
“5 menit lagi Hyung” kataku malas dan menarik selimut sampai menutupi seluruh badanku.
“Geurae, jika kau ingin terlambat masuk sekolah tidur lah lagi” katanya masih dari balik pintu kamarku.
“Memangnya ini jam berapa Hyung?” tanyaku malas dari balik selimut.
“Jam 7, kalau begitu Hyung berangkat kuliah dulu Minwoo-ya.” Samar-samar aku mendengar langkah kaki Hyung menuruni anak tangga.

Author POV

“Jam 7, kalau begitu Hyung berangkat kuliah dulu Minwoo-ya.” Samar-samar Minwoo mendengar langkah kaki Hyungnya menuruni anak tangga.
 “Baru jam tujuh” gumam Minwoo masih tetap asik di balik selimut sambil menyamankan posisi tidurnya lagi.
1 detik…
2 detik…
3 detik..
“Mwoo??? Jam tujuh?? Kyaa…. Aku terlambat!!!!” teriaknya kemudian beranjak menuju kamar mandi. Tapi…
BUKKKK!!!
“Aish appo” ringis Minwoo saat jatuh dengan tidak elitnya dari tempat tidur. Selimut yang dari tadi melilit tubuh Minwoo menghalanginya saat akan berlari menuju kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Minwo bersiap – siap, walaupun sebenarnya dia sedikit malas untuk berangkat ke sekolah hari ini. Tapi nanti dia pasti akan mendapat ceramah/? Panjang dari Hyung satu- satunya jika hari ini dia membolos. Dengan terburu-buru Minwoo menuruni anak tangga karena dia tau pasti hari ini dia akan terlambat lagi. Sekilas dia melirik jam di ruang tengah yang baru manunjukkan 06.30 KST.
“Aish jamnya pasti rusak lagi, aku harus segera sarapan dan berangkat ke sekolah”
Tapi Minwoo sedikit terkejut saat masuk ke ruang makan dan melihat Hyungnya masih asik menyantap sarapan pagi sambil memainkan PSP kesayangannya itu.
“Bukankah tadi dia bilang akan berangkat kuliah?” gumam Minwoo kemudian Ia berjalan ke ruang tengah lagi untuk memastikan jika Ia salah melihat jam dan kembali lagi ke ruang makan.
“Hyung, bukankah tadi kau bilang sudah jam tujuh? Tapi kenapa jam di ruang tengah masih menunjukkan jam 06.30 KST dan tadi kan hyung bilang mau berangkat kuliah tapi kenapa Hyung belum berangkat?” tanya Minwoo polos dengan muka bingungnya.
“Wae? Masih jam 06.30 KST kan, itu masih terlalu pagi untuk pergi ke Universitas Minwoo-ya” jawab Hyungnya enteng sambil meminum susu hangat yang ada di depannya.
“Yaa!! Kyuhyun Hyung kau membohongiku lagi?” teriak Minwoo kesal setelah mengetahui kalau Kyuhyun mengerjainya lagi pagi ini, tapi yang sedang diteriaki hanya memamerkan evil laughnya.
“Aish nappeun Hyungie!” umpat Minwoo yang masih bisa di dengar oleh Kyuhyun.
“Mwo? Aku mendengar itu Minwoo” kata Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya pada sang dongsaeng.
“Eh? Chankaman, kenapa ada lingkaran hitam di sekitar matamu Minu-ya?” tanya Kyuhyun heran. Setau Kyuhyun dongsaengnya itu jarang sekali begadang seperti dirinya. Minwoo tak menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia hanya melanjutkan sarapannya. Suasana ruang makan menjadi agak canggung bagi Minwoo setelah Kyuhyun menanyakan hal tersebut, karena jika sudah seperti ini dan Minwoo hanya diam pasti Kyuhyun akan terus menanyakan ini itu kepadanya.
“Ya!! Aku sedang bertanya padamu Minwoo” ucap Kyuhyun kesal
“Eumm tadi malam aku begadang bermain game Hyung!” jawab Minwoo asal meskipun ragu dengan jawabannya. Lagi pula mana mungkin kan dia menjawab hal yang sebenarnya jika dia menangis semalaman. #kok gue kaya yeoja si | hehe mian Minu-ya| *tabok author #abaikan.
Apa lagi selama ini Kyuhyun tak pernah mengetahui hubungannya dengan Yoonjo. Ya Minwoo memang menjalin hubungan diam – diam dengan Yoonjo karena dia takut Kyuhyun akan marah saat mengetahui dia mempunyai seorang kekasih. *pukpuk Minu
“Kau mau mencoba membohongi Hyung? Sejak kapan kau jadi penggila game sepertiku?” kata Kyuhyun menyelidik. Bingo! Kyuhyun mengetahuinya, Minwoo memang bukan penggila game seperti Hyungnya itu, dia tak akan pernah merelakan waktu tidurnya hanya untuk hal tak berguna seperti itu karena Minwoo sendiri yang selalu bilang seperti itu saat melihat Kyuhyun bermain game hingga larut malam,  jadi dengan mudah Kyuhyun dapat mengetahui kalau dongsaengnya itu berbohong kan?
“Hyung, aku berangkat dulu” kata Minwoo beranjak pergi, menghindari perdebatan dengan Hyung satu-satunya itu.
“Ya! Cho Minwoo!! Kau belum menjawab pertanyaanku” teriak Kyuhyun kesal. Tapi Minwoo tak mendengarkan teriakkan Hyungnya itu, malah makin mempercepat langkahnya menuju ke sekolah.
~~0~~
Yooyoung pov
Kulihat jam yang melingkar di tangan sudah menunjukkan pukul 06.55 KST, tapi sahabatku yang satu ini sama sekali belum kelihatan batang hidungnya juga, tidak biasanya dia belum datang jam segini. Saat aku akan melangkah meninggalkan gerbang kulihat dari kejauhan seorang namja yang tengah berlari, kuamati sebentar dan seperti tidak asing dengan penampilannya.
“Minwoo?” kataku lirih sambil tetap melihatnya samapai akhirnya dia sampai di depan gerbang dengan nafas tersengal yang kurasa mungkin dia berlari dari rumah menuju sekolah. Tapi bukankah biasanya dia diantar oleh Kyuhyun Oppa? Kenapa sekarang dia rela berangkat sekolah dengaberlari seperti ini? Sepertinya ada yang tidak beres dengan anak ini.
“Ya gwaenchana?? Kenapa kau berangkat dengan berlari? Memangnya Kyuhyun Oppa sudah berangkat kuliah duluan sampai kau tidak diantar olehnya?” tanyaku saat dia masih mengatur nafasnya karena kelelahan.
“Kau. .selalu  saja cerewet, ,kajja masuk sebelum kita di hukum nantinya karena terlambat!” katanya sambil menarik tanganku menuju kelas. Rasanya tetap sama saat dia memegang tanganku, ‘hangat’ itulah satu kata yang selalu aku pikirkan saat tangannya menggenggam tanganku. Meskipun sudah sering seperti ini tetap saja mambuat jantungku berdetak tidak normal.
Hhh seperti biasa aku pasti akan mendapatkan tatapan tajam yang sangat mengganggu dari para yeoja yang mengagumi ‘Tri Min’ sahabatku. Haha terdengar aneh ya? Semua murid memang sering memanggil Youngmin, Kwangmin, dan Minwoo dengan sebutan ‘Tri Min’, ah sudahlah itu tidak terlalu penting untuk di ceritakan bukan? *author labil :v
~~0~~
Youngmin pov
“Ya, Kwang mereka berdua belum datang juga?” tanyaku kesal, bagaimana tidak Yooyoung dan Minwoo sudah jam segini belum datang juga padahal jam pertama sebentar lagi akan di mulai.
“Tunggu sebentar lagi Hyung mereka juga datang, aku jamin dalam hitungan ketiga mereka akan datang dengan bergandengan tangan seperti biasa, haha” jawabnya asal, yang sukses membuat jitakanku mendarat mulus di kepalanya.
“Haiss appo Hyung, kau tidak percaya?? Baiklah akan ku buktikan” katanya lagi
“Satu”
“Dua” aku hanya menatapnya dengan pandangan malas :3
“Ti…ga”
“Bingo! Aku benar kan Hyung?” katanya. Dengan segera aku mengalihkan pandangan ke pintu dan benar saja Minwoo dan Yooyoung masuk sambil bergandengan tangan. Ck sejak kapan kembaranku ini bisa meramal?
“Aku tau apa yang sedang kau pikirkan Hyung” katanya yang masih asik membaca komik. Ck anak ini benar – benar menyebalkan. *itu adikmu lho :v
“Kenapa kalian tidak menjadi pasangan kekasih saja hm” kataku kepada mereka saat sampai di tempat duduk mereka dan berhasil membuat seisi kelas menengok ke arah kami dan tentu saja membuat mereka melepaskan tautan tangan mereka berdua. *kebanyakan merekanya --a
“Yak, apa yang kau ucapkan itu Jo Youngmin, aku dan Minwoo kan sahabat” elak Yooyoung tapi kata – kata ku  barusan bisa sedikit membuat pipinya bersemu merah,tsk! Aku tau kalau selama ini Yooyoung memang menyimpan perasaannya pada Minwoo, hanya saja Minwoo yang pabo itu tak pernah menyadarinya dan malah memilih Yoonjo yang jelas – jelas hanya menyukainya karena harta yang dimilikinya.
“Geurae” jawabku malas
 “Wae? Kau cemburu jika aku dekat – dekat dengan Yooyoung eum?” kata Minwoo sambil merangkul pundak Yooyoung *padahal youngie lbh tinggi dari Woo -_-
“Tsk! Aniyaa. . Ahh iya bagaimana kencanmu dengan Yoonjo kemarin?? Suksess? Apa kau mendapatkannya?” tanyaku menyelidik.

TBC...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hanya menerima Kritik dan Saran yang membangun